MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PATROL PADA MASA PANDEMI COVID-19

MANAJEMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PATROL PADA MASA PANDEMI COVID-19

Mohammad Zaki Hafidz
Kelompok 55 KKN-DR 2021 di Desa Patrol
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Email: Zakihafidz2000@gmail.com

ABSTRACT

In relation to community empowerment, a term that is already very popular in Indonesia, since this field is closely related to powerlessness, or poverty, which is one of the major and fundamental problems in our country. Of course people already understand, especially those engaged in community empowerment, both agents or Non-Governmental Organizations (NGOs), as well as government officials who have duties in this field, that community empowerment activities are not only related to social aspects, but also related to social aspects. economic, cultural aspects, technical aspects (technique, agriculture, forestry, health, environment, industry, trade, mining, fisheries and marine) and others, according to the potential possessed by a region or region. Likewise, the relationship between management science and community empowerment, these two things actually become like two sides of a coin that cannot be separated from one another. A community empowerment program will not be able to run well if it is not managed properly, which should be preceded by a good planning as well. The planning referred to here must of course be participatory in nature, involving all relevant elements of the community, especially those who will become the target group, it must also include the problem identification process carried out with the community. During this pandemic, the author carried out community service in the Tiben Hamlet, Patrol Village, which was carried out on July 1, 2021 to July 31, 2021. The object of this service were the children and youth around the Tiben Village, Patrol Village. This service aims to provide solutions to current problems. Data collection that the author did with the method of observation and interviews. The author uses this method to make it easier to find out how the problems that exist in the community. From the data that has been collected the authors make programs that will answer all the existing problems. The programs include creating successor cadres to prosper the prayer room, preventing the spread of covid-19, increasing children's interest in learning Tajweed, Iqro, Juz 'amma and the Qur'an, creating a young generation with good morals in today's era, creating a new generation. young people who have the basis of worship in accordance with Islamic law, Creating a young generation who likes to exercise, Increasing public awareness about the importance of making village profiles, Increasing public awareness to always commemorate Islamic holidays and Enhancing children's enthusiasm for school learning at home The results of the program implemented include (1) prospering the prayer room together with the community with religious activities, (2) providing education to the community to always maintain health protocols during a pandemic, (3) conducting recitation lessons and guidance on reciting iqro, juz amma and the Qur'an, (4) conduct moral learning for the provision of social life, (5) conduct learning about worship practices related to ablution, prayer and takbiran, (6) carry out sports activities that are easy and much liked by the community, (7) make village profiles to make it easier for the community to access village patrol data, (8) conduct various competitions to commemorate Islamic holidays, (9) conduct school tutoring for children related to subjects in the world of education. In carrying out this service, the author requires cooperation with the community and government in Tiben Hamlet, Patrol Village.

Keywords: management, empowerment and pandemic

ABSTRAK

Dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat, sebuah istilah yang sudah sangat populer di Indonesia, berhubung bidang yang satu ini sangat erat kaitannya dengan ketidakberdayaan, atau kemiskinan yang merupakan salah satu permasalahan besar dan mendasar di negara kita. Tentunya orang sudah memahami, terutama yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat, baik agen atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun para aparat pemerintah yang mempunyai tugas dalam bidang ini, bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat tidak hanya terkait dengan aspek sosial, tetapi juga terkait dengan aspek ekonomi, aspek budaya, aspek teknis (teknik, pertanian, kehutanan, kesehatan, lingkungan, perindustrian, perdagangan, pertambangan, perikanan dan kelautan) dan lain-lain, sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah atau wilayah. Demikian halnya keterkaitan antara ilmu manajemen dengan pemberdayaan masyarakat, kedua hal ini sebenarnya menjadi seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Suatu program pemberdayaan masyarakat tidak akan dapat berjalan dengan baik jika tidak dikelolah dengan baik, yang seharusnya didahului dengan sebuah perencanaan yang baik pula. Perencanaan yang dimaksud disini tentulah harus yang bersifat partisipatif, yang melibatkan semua elemen masyarakat yang terkait, terutama yang akan menjadi kelompok sasaran, juga harus termasuk didalamnya adalah proses identifikasi permasalahan yang dilaksanakan bersama masyarakat. Di masa pandemi ini penulis melakukan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Tiben Desa Patrol yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2021 sampai 31 Juli 2021. Objek pengabdian ini yaitu anak-anak dan remaja disekitar dusun tiben desa patrol. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada saat ini. Pengumpulan data yang penulis lakukan dengan metode observasi dan wawancara. Penulis menggunakan metode ini agar lebih mudah mengetahui bagaimana permasalahan yang ada di masyarakat. Dari data-data yang telah dikumpulkan penulis membuat program-program yang akan menjawab segala permasalahan yang ada. Program itu diantaranya Menciptakan kader penerus untuk memakmurkan mushollah, Pencegahan penularan covid-19, Peningkatan minat anak-anak terhadap pembelajaran Ilmu Tajwid,  Iqro, Juz ‘amma dan Al-Qur’an, Menciptakan generasi muda yang berakhlakul karimah di zaman sekarang, Menciptakan generasi muda yang memiliki dasar beribadah sesuai dengan syariat islam, Menciptakan generasi muda yang gemar berolahraga, Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembuatan profil desa, Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu memperingati hari besar islam dan Meningkatkan semangat belajar sekolah anak di rumah. Hasil dari program yang dilaksanakan antara lain (1) memakmurkan mushollah bersama masyarakat dengan kegiatan yang bersifat agamis, (2) memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi, (3) melakukan pembelajaran ilmu tajwid dan bimbingan mengaji iqro, juz amma dan al-qur’an, (4) melakukan pembelajaran akhlak untuk bekal hidup bermasyarakat, (5) melakukan pembelajaran praktek ibadah terkait wudlu, sholat dan takbiran, (6) melakukan kegiatan olahraga yang mudah dan banyak disukai masyarakat, (7) melakukan pembuatan profil desa untuk kemudahan masyarakat mengakses data desa patrol, (8) melakukan berbagai kegiatan perlombaan untuk memperingati hari besar islam, (9) melakukan bimbingan belajar sekolah anak terkait mata pelajaran yang ada di dunia pendidikan. Dalam melakukan pengabdian ini penulis memerlukan kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah di Dusun Tiben Desa Patrol.

Kata Kunci : manajemen, pemberdayaan dan pandemi

PENDAHULUAN

KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan suatu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini adalah suatu pengaplikasian dari mahasiswa dan mahasiswi yang telah menjalani perkuliahan selama 6 semester. Program pengabdian ini sangat penting bagi mahasiswa karena dapat mengasah kemampuan secara langsung, terjun di masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu mahasiswa beradaptasi dengan masyarakat sebelum mendapatkan gelar sarjana. Selama kegiatan pengabdian berlangsung mahasiswa mendapatkan berbagai pengetahuan dan menambah pengalaman tersendiri. Institut Agama Islam Negri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon dalam hal ini menginisiatif dan mengambil suatu keputusan untuk program pengabdian kepada masyarakat diselenggarakan dengan metode Daring (Dari Rumah Masing-Masing). Maksudnya adalah mahasiswa diarahkan untuk melakukan pengabdian masyarakat di lingkungan sekitar berdasarkan tempat tinggal, dalam hal ini dapat memberikan kemudahan akses perizinan diselanggarakan KKN dan dapat mempersempit peluang mahasiswa terkena covid-19. Pada saat pengabdian masyarakat mahasiswa diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan kuliah kerja nyata dari rumah mahasiswa  dapat merasakan kenyamanan dan keharmonisan dengan harapan dapat membantu segala permasalahan di lingkungan sekitarnya. Penulis melakukan pengabdian di Dusun Tiben RT 02 RW 03 Desa Patrol Kecamaran Patrol Kabupaten Indamayu, yang dialksanakan pada tanggal 1 Juli 2021 sampai dengan 31 Juli 2021. Pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan solusi terhadap segala permasalahan yang ada pada saat ini di lingkungan masyarakat.

Pandemi covid-19 tentu sangat berpengaruh besar terhadap pemberdayaan masyarakat Desa Patrol. Semenjak ditetapkannya peraturan dari pemerintah terkait social distancing (pembatasan kegiatan sosial) yang meliputi berbagai peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat diantaranya pembelajaran sekolah dilakukan secara daring, menjaga jarak saat beribadah dan tidak boleh adanya kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan di masyarakat. Dampak dari adanya peraturan dari pemerintah membawa dampak yang positif dan negatif bagi kehidupan bermasyarakat. Dampak positifnya masyarakat lebih banyak melakukan berbagai kegiatan dari rumah masing-masing agar dapat mencegah penularan covid-19. Sedangkan dampak negatifnya yaitu segala kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat sehari-hari dibatasi oleh peraturan pemerintah. 

METODE

Peneltian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi (Sugiyono, 2007). Pada dasarnya kegunaan data setelah diolah dan dianalisis ialah sebagai dasar yang objktif di dalam proses pembuatan keputusan atau kebijaksanaan dalam rangka untuk memecahkan persoalan oleh pengambilan keputusan (Situmorang, 2010). 

     Penulis  mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wancara merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa wawancara adalah suatu kejadian atau suatu proses interaksi antara pewawancara dan sumber informasi atau orang yang diwawancarai melalui komunikasi secara langsung (Yusuf, 2014). Menurut Zainal Arifin dalam bukunya observasi adalah suatu proses yang didahului dengan pengamatan kemudian pencatatan yang bersifat sistematis, logis, objektif dan rasional terhadap berbagai macam fenomena dalam situasi yang sebenarnya maupun situasi buatan (Kristanto, 2018). 

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni. Ada wadah pengetahuan tentang manajemen yang terorganisir, ada ilmu pengetahuan yang menjelaskan bahwa manajemen dapat dibuktikan kebenarannya secara umum. Seni merupakan pengetahuan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kemahiran timbul melalui pengalaman, pengamatan dan studi, serta kewajiban untuk menerapkan pengetahuan manajemen. Seni manajemen menuntut adanya kreativitas yang didasarkan pada kondisi pemahaman ilmu manajemen. Dengan demikian, ilmu dan seni manajemen saling mengisi. Jika salah satu meningkat, maka yang lain juga harus meningkat, dibutuhkan suatu keseimbangan diantara kedua aspek tersebut. Manajemen sudah sama tuanya dengan peradaban manusia (George, 2009).

     Mardikanto dan Soebiato mengemukakan bahwa, pemberdayaan adalah sebagai sebuah proses merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkuat dan mengoptimalkan keberdayaan (dalam arti kemampuan dan keunggulan bersaing) kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk didalamnya individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai sebuah proses, pemberdayaan merujuk pada kemampuan untuk berpartisipasi, memperoleh kesempatan dan mengakses sumber daya dan layanan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas hidup (baik secara individual, kelompok dan masyarakat dalam arti yang luas). Melalui pemahaman tersebut, pemberdayaan dapat diartikan sebagai suatu proses yang terencana untuk meningkatkan skala/up grade utilitas dari objek yang diberdayakan (Mardikanto & Poerwoko, 2012). 

Robert Chambers seorang ahli yang pemikiran dan tulisannya banyak dicurahkan untuk kepentingan upaya pemberdayaan masyarakat berpendapat bahwa, pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nila-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni bersifat people centered (berpusat pada manusia), Participatory (partisipatif), empowering (memberdayakan) and sustainable (berkelanjutan). Konsep ini lebih luas dari hanya semata-mata memenuhi kebutuhan dasar atau menyediakan mekanisme untuk mencegah proses pemiskinan lebih lanjut (safety net), yang pemikirannya akhir-akhir ini lebih banyak dikembangkan sebagai upaya untuk mencari alternatif terhadap konsep pertumbuhan pada masa yang lalu. Pada hakekatnya, pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditujukan pada individual, tetapi juga secara berkelompok, sebagai bagian dari aktualisasi eksistensi manusia. Untuk itu, manusia/ masyarakat dapat dijadikan sebagai tolok ukur secara normatif, yang menempatkan konsep pemberdayaan masyarakat sebagai suatu bagian dari upaya untuk membangun eksistensi masyarakat secara pribadi, keluarga, dan bahkan bangsa sebagai aktualisasi kemanusiaan yang adil dan beradab. Untuk itu dalam kegiatan, pemberdayaan masyarakat dibutuhkan adanya pengenalan terhadap hakekat manusia yang akan memberikan sumbangan untuk menambah wawasan dalam menerapkan berbagai konsep atau program pemberdayaan kepada masyarakat (Alfitri, 2011).   

Sepanjang sejarahnya, manajemen hadir dan diperlukan dalam berbagai kegiatan manusia, tidak hanya pada kegiatan privat dalam skala besar atau menengah, pada kegiatan publik dan kegiatan lain yang serupa, tetapi juga diterapkan pada berbagai kegiatan yang berskala kecil dan perorangan. Pada berbagai keperluan dan kepentingan, teknik-teknik dan prinsip-prinsip manajemen sangat dibutuhkan agar hasil atau tujuan yang dicapai dapat lebih baik. Dapat dibayangkan bagaimana hasil suatu kegiatan yang dilaksanakan tanpa menerapkan prinsip-prinsip manajemen, dibandingkan dengan kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan prinsipprinsip manajemen, pasti akan memberikan hasil yang lebih baik dan optimal (Z, 2013).

Jadi dapat disimpulkan bahwa manajemen pemberdayaan masyarakat adalah segala kegiatan yang dilakukan secara berkelompok oleh masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) agar dapat memberikan hasil yang lebih baik dan optimal. 

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Tiben Desa Patrol Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu. Pemberdayaan masyarakat pada saat pandemi covid-19 ini sangat belum optimal dikarenakan belum dikelola dengan baik oleh setiap masyarakat khususnya pada anak-anak dan remaja yang ada di desa patrol ini. Anak-anak dan remaja saat ini masih cenderung dengan dunia permainan games yang merusak pendidikan anak bangsa yang menjadikan anak menjadi males untuk belajar dan keasikan bermain games di handphone android, anehnya sebagai orangtua malah membiarkan mereka anak-anaknya baik secara sendiri maupun bersama teman-temannya. Maka dari itu penulis melihat situasi kondisi di lingkungan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan pendekatan emosional dengan mengajak, mengedukasi dan membimbing mereka untuk meninggalkan kebiasaan mereka yang tidak baik serta melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik di kehidupan saat ini maupun yang akan datang. 

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama remaja dan anak-anak antara lain (1) memakmurkan mushollah bersama masyarakat dengan kegiatan yang bersifat agamis, (2) melakukan pembelajaran ilmu tajwid dan bimbingan mengaji iqro, juz amma dan al-qur’an, (3)  melakukan pembelajaran akhlak untuk bekal hidup bermasyarakat, (4) melakukan pembelajaran praktek ibadah terkait wudlu, sholat dan takbiran, (5) melakukan kegiatan olahraga yang mudah dan banyak disukai masyarakat, (6) melakukan berbagai kegiatan perlombaan untuk memperingati hari besar islam, (7) melakukan bimbingan belajar sekolah anak terkait mata pelajaran yang ada di dunia pendidikan. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan kami untuk masyarakat antara lain (1) memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi, (2) melakukan pembuatan profil desa untuk kemudahan masyarakat mengakses data desa patrol.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian di lingkungan masyarakat dapat dikatakan kegiatan memberdayakan masyarakat Desa Patrol Dusun Tiben Rt 02 Rw 03 berjalan dengan baik dan sukses sesuai dengan rencana. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat desa patrol sangat mendukung segala kegiatan yang penulis rencanakan, karena  seluruh kegiatan yang kami lakukan tidak lain hanyalah untuk menjawab dan membantu segala permasalah yang ada di lingkungan masyarakat.

KESIMPULAN

Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk memperkuat dan mengoptimalkan keberdayaan (dalam arti kemampuan dan keunggulan bersaing) kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk didalamnya individu-individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai sebuah proses, pemberdayaan merujuk pada kemampuan untuk berpartisipasi, memperoleh kesempatan dan mengakses sumber daya dan layanan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas hidup (baik secara individual, kelompok dan masyarakat dalam arti yang luas). Penulis melihat situasi kondisi di lingkungan masyarakat saat ini melalui pendekatan partisipatif dan pendekatan emosional dengan mengajak, mengedukasi dan membimbing mereka untuk meninggalkan kebiasaan mereka yang tidak baik serta melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik di kehidupan saat ini maupun yang akan datang. 

     Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama remaja dan anak-anak antara lain (1) memakmurkan mushollah bersama masyarakat dengan kegiatan yang bersifat agamis, (2) melakukan pembelajaran ilmu tajwid dan bimbingan mengaji iqro, juz amma dan al-qur’an, (3)  melakukan pembelajaran akhlak untuk bekal hidup bermasyarakat, (4) melakukan pembelajaran praktek ibadah terkait wudlu, sholat dan takbiran, (5) melakukan kegiatan olahraga yang mudah dan banyak disukai masyarakat, (6) melakukan berbagai kegiatan perlombaan untuk memperingati hari besar islam, (7) melakukan bimbingan belajar sekolah anak terkait mata pelajaran yang ada di dunia pendidikan. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan kami untuk masyarakat antara lain (1) memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan di masa pandemi, (2) melakukan pembuatan profil desa untuk kemudahan masyarakat mengakses data desa patrol. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian di lingkungan masyarakat dapat dikatakan kegiatan memberdayakan masyarakat Desa Patrol Dusun Tiben Rt 02 Rw 03 berjalan dengan baik dan sukses sesuai dengan rencana. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat desa patrol sangat mendukung segala kegiatan yang penulis rencanakan, karena  seluruh kegiatan yang kami lakukan tidak lain hanyalah untuk menjawab dan membantu segala permasalah yang ada di lingkungan masyarakat.

SARAN

Penulis mengharapkan kepada masyarakat Desa Patrol setelah kegiatan pengabdian selesei masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah serta masyarakat harus meninggalkan kebiasaan yang tidak baik dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat baik di kehidupan saat ini maupun yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Terry R. George, 2009. Guide To Management. (terjemahan), Bumi Aksara. Jakarta.

Nawawi Z, 2013. Manajemen Pemerintahan. Rajawali Pers. Jakarta

Sugiyono, 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabet. Bandung

Kristanto, V. H. (2018). Metodologi Penelitian Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta : CV Budi Utama.

Situmorang. (2010). Analisis Data Untuk Riset Manajemen dan Bisnis. Medan : USU Press.

Yusuf, A.  M. (2014). Kuantitatif , Kulitatif, Kualitatif &Penelitian Gabungan. Jakarta : Kencana.

Mardikanto T dan Poerwoko S, 2012. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Alfabeta. Bandung.

Alfitri, 2011. Community Development, Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Komentar